Sentuhan jari Nokia 5800 (Tube) – handphone pertama ber OS Symbian S60 v5
Ditulis oleh myjojofan di/pada Desember 12, 2008
Akhirnya muncul terobosan handphone dari Nokia yang tidak sekedar menyodorkan variasi bentuk dengan sedikit polesan, yang tidak sekedar menambah megapixel, tidak sekedar menambah jumlah warna.
Semua di atas hanya bersifat marketing – gimmick (basa basi penjualan) tapi tidak menambah manfaat nyata secara signifikan.
Nokia 5800 di launch sebagai handphone pertama di dunia yang memakai Symbian S60 v5, apa sih istimewanya ? yaa Symbian pertama yang bisa memakai sentuhan jari sebagai user interface.
Yang mengesankan – sebagai pionir ternyata 5800 tampil cukup prima dalam fitur, kinerja dan kenyamanan :
- Di depan hanya memiliki tombol CALL, MENU, END; di samping hanya ada tombol VOLUME, CAMERA – tanpa menyediakan tombol directional pad, tanpa numerik pad, tanpa Qwerty pad . . . nah loh ! gimana ngetik SMS ?
- Semua pengetikan dilakukan pada virtual keyboard yang bisa dipilih menurut selera : NUMERIC KEYPAD dengan kemampuan alfabetis persis tombol handphone biasa, jadi bagi pemakai handphone biasa tidak terlalu kaget untuk pindah. Lalu disediakan juga MINI QWERTY PAD mirip keyboard komputer, dan ada lagi FULL QWERTY PAD dimana layar seluas 3.2 ” hampir semuanya dijadikan keyboard. Perlu waktu sih untuk membiasakan diri dengan opsi-opsi ini. Ingat semuanya bukan tombol beneran, melainkan gambar di layar dan kita bisa ketik pakai sentuhan jari atau stylus.
- Bicara stylus cukup inovatif, ada 2 macam yaitu stylus biasa seperti di PDA lain, dan stylus bertali yang bentuknya mirip untuk main gitar.
- Resolusi layar sangat halus sehingga tampilan tulisan maupun gambar tidak mirip layar LCD tapi mirip cetakan kertas ! yaitu 640 x 360 dalam 16 juta warna. Puas sekali dengan tajamnya tampilan dan luasnya yang lebih besar dari N96 sekalipun. Layar ini dirancang untuk widescreen 16 : 9.
- Icon-icon juga sangat besar dan jelas, cuma bentuknya kurang modern terkesan kuno. Tapi ada kemungkinan bisa diganti kelak.
- Fitur bisa dibisa nyaris lengkap, sayangnya tidak ada FM recording, digital/analog TV, juga tanpa tombol Qwerty beneran. Lainnya ada semua mulai dari camera, video call, FM radio tuner, GPS, HSDPA 3.6 Mbps, touch screen, dsb.
- Processor lumayan 369 Mhz setara dengan Nokia 6120c, memory sekitar 80 Mb free ditambah 128 Mb RAM. Terbukti membuka halaman web belasan Mb berhasil dengan lancar. Hampir semua aktifitas dapat dilakukan dengan responsif dan tidak lambat, juga belum pernah out of memory.
- Fasilitas Accelerometer dimana kita bisa main games mobil dengan menggerakkan 5800 ke kiri untuk belok kiri, dst.
- Interface touch dengan jari diterapkan misalnya lihat koleksi foto, lalu geser dengan jari ke kiri/kanan seperti membalik halaman album foto.
- Yang menyenangkan video cameranya sudah beresolusi VGA (640 x 480) 30 fps dimana hasil rekam video-nya berkualitas DVD dan bagus saat ditampilkan di TV. Jadinya sementara nggak harus tunggu Xperia X1 untuk menikmatinya. Belum dicoba intensif tapi sepertinya bisa menggantikan handycam untuk keperluan sehari-hari.
- Saya tidak terlalu hobby dengan kualitas suara, tapi yang pasti dari namanya Xpress Music harusnya di atas rata-rata; speaker ada 2 stereo, jack 3.5″ untuk headset.
- Dalam paket pembelian disertakan macam-macam termasuk : stylus cadangan, pouch (dompet) sederhana, stand (kaki handphone agar bisa diletakkan berdiri), dan yang luarbiasa MEMORY MICROSDHC 8 GB (Gigabytes) waah puas sekali. Harga berkisar Rp 4.5 s/d 5 juta, banyak yang jual Rp 4.7 jut – ini saat dollar Rp 12000. Bagi yang tidak buru-buru bacalah artikel ttg Early adopter.
- Secara umum bagi yang membutuhkan fitur-fitur di atas, maka produk ini cukup layak dibanding harganya. Bahkan bisa dibilang dalam banyak hal mengungguli produk high-end yang harganya jauh di atasnya.
- Touch screen apalagi dengan jari dan accelerometer memungkin pengembangan berbagai software yang belum pernah ada sebelumnya (coba lihat di PDA, Nintendo DS, dsb). Misalnya lempar dadu dengan mengocok HP, menggambar dengan stylus, dsb.
Nah sekarang giliran minus point-nya (ooh ada juga toh ?) :
- Paling mengecewakan adalah tiadanya tombol directional pad dan left-right menu – bukannya tidak suka touch-screen tapi ini menyebabkan banyak program Java dan Symbian v3 yang harusnya kompatibel jadi tidak bisa dijalankan dengan normal. Memang ada tombol virtual, tapi MENGORBANKAN SEPAROH LAYAR UNTUK TOMBOL VIRTUAL sehingga gambar games, dsb jadi HANYA SEPAROH LAYAR – wuaduh !
- Fasilitas untuk bekerja serius terasa kurang dibanding PDA riil seperti Windows Mobile, misalnya dalam hal ngeblok, copy, paste, coret-coret draft, dsb. Ini memperlambat kita dalam mengerjakan sesuatu.
- Contohnya tampilan saat jadwal sudah lewat – tampilannya sama dengan jadwal yang belum waktunya, jadi kurang nyaman.
- Minimnya software bawaan sehingga tidak bisa membuka file Excel, Word, Powerpoint, PDF, Mpeg, Avi. Mungkin bisa dicarikan tapi ya merepotkan.
- Bahkan games bawaannya juga sangat sederhana, jaauuuh dibanding Nintendo DS ! belum tahu bagaimana kinerjanya untuk games 3D, dan apakah bisa support games N-GAGE.
- Ada juga yang KONYOL entah provider GSM atau Nokia-nya : bayangkan saat ketik 777 cek untuk lihat pemakaian pulsa (dalam rp) ternyata angkanya ditampilkan dalam warna merah tua dengan background hitam – dan TIDAK BISA DIBACA !
- Fitur navigasi di Nokia MAP hanya bisa dipakai gratis 7 hari, setelah itu harus bayar lagi !
- Yang belum ketahuan adalah apakah kita dapat fasilitas download musik gratis setahun, kalau diluar negeri ada yg begitu untuk pembelian Nokia 5800.
- Sementara software yang dirancang khusus bagi 5800 masih minim, mengingat OS-nya baru lahir. Tapi bila banyak yang tertarik, bakalan banyak yang buat software-nya.
Fitur TV-out kita bahas khusus :
- Fitur TV out nya lumayan bagus gambarnya – tinggal tancap jack 3.5″ ke RCA langsung tampil di layar TV, orientasi layar tegak atau datar tergantung posisi 5800 nya – langsung berubah.
- Yang menarik kita bisa manfaatkan fitur video call dimana gambar dari lawan kita munculkan di teve dan bisa untuk video conference (cocok untuk org tua yang anaknya tinggal di kota lain, bisa ngobrol sambil lihat orangnya, kamarnya) bahkan bisa dipakai meeting / rapat dg melihat ruang dan para lawan bicara kita, lihat contoh barang, dsb.
- Juga bisa browsing internet di 5800 dan tulisannya muncul besar di TV – tanpa perlu komputer !
- Bisa main games di 5800 dimana gambarnya muncul di TV dan jadi besar seperti Playstation, lihat koleksi foto, nonton film, dan mungkin banyak lagi pemanfaatannya – pikir saja . . .
Sudah dicoba juga beberapa aplikasi gratis yang menunjukkan prospek kreatifitas di 5800 dan S60 v5 :
- Touch Piano : layar 5800 berubah jadi tuts piano dan bisa dimainkan dengan jari kita seperti sungguhan. Respon agak lambat mungkin programmer-nya baru belajar memakai tools programming-nya (semoga).
- Touch Guitar : layar 5800 menjadi batang gitar lengkap dengan senar dan kunci nada, mainnya persis main gitar dengan stylus segitiga bawaan 5800. Senarnya bahkan bergoyang saat disentuh. Ini tidak mungkin dilakukan di mayoritas handphone lain tanpa touch-screen termasuk yang jauh lebih mahal seperti N96, N85, N7x, aneka SE seri G, seri W, seri K, dsb.
- Touch Cardmatch : sejumlah kartu tertutup harus dicari mana kembarannya, jauh lebih nyaman pakai sentuhan dibanding pakai directional pad. Teknologi ini sudah ada di Nintendo DS (Mario DS) sejak tahun 2005 – waah akhirnya Nokia bisa ngejar juga yaaa.
- Touch Popper : meletuskan gelembung plastik untuk iseng (seperti di plastik empuk bergelembung saat kita beli alat elektronik), lagi-lagi dengan sentuhan jari. Teknologi ini ada di PDA Palm IBM seri Workpad sejak tahun 2000 (untung 5800 baru tertinggal 8 tahun !).
- Beberapa contoh di atas menunjukkan bakal berbeda dan kayanya variasi aplikasi yang dimungkin dengan touch-screen, apalagi dengan jari. Semoga menjadi awal yang baik bagi produk-produk Nokia selanjutnya.
Sementara itu yang bisa di sharingkan, handphone ini bukan untuk semua orang – butuh pembelajaran dan penyesuaian. Tapi yang pasti sangat mengasyikkan dibanding mayoritas HP lain !
Artikel menarik lainnya :
Xperia bukan AspireOne, apa bedanya dibanding PDA lain ?
eBliss >> Beli Nokia 5800 boleh download 1000 lagu gratis | Gadgets and Electronics reviews berkata
[...] Sentuhan jari Nokia 5800 (Tube) – handphone pertama ber-OS Symbian S60 v5 [...]
Fadhal berkata
Sy memakai hp 5800 em,gmn cara@ bisa buka video file avi,mpg dan wmv
myjojofan berkata
Ehm, coba cek disini.
http://myjojofan.wordpress.com/2009/05/21/nokia-5800-atau-pdaphone-atau-hp-lain-part-1/
rudz berkata
sy mw nanya sya pke hp 5800 sy mo dwonload aplikasi touch guitar dmn..!!alx udh lma sy cri tp blum ketemu jg..!!mhon pencerahannya..!!!terimaksih..!!
myjojofan berkata
Coba masuk google.com
Ketik N5800 guitar
Akan muncul banyak pilihan berisi info dan program Touch Guitar untuk Nokia 5800.
Cara serupa untuk mencari judul2 freeware lain.
Salam